Ribuan Anggota Gabungan Gelar Apel Pasukan Ops Ketupat Lodaya 2024 Di Halaman GOR Pajajaran Bogor Kota 

BOGOR – Ribuan personel gabungan dari beberapa unsur dan instansi terkait mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2024 di Jl. Pemuda Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Apel ini menandai dimulainya persiapan pengamanan mudik Lebaran tahun ini, yang diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan. Rabu, (03/04/2024).

Kegiatan Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Lodaya – 2024 dalam rangka Pengamanan Ramadhan dan Idul Fitri 1445 H tahun 2024 di wilayah kota Bogor oleh Pimpinan apel Kol Inf Fikri Ferdian, S.Sos,MM (Dandim 0606/Kota Bogor) sebagai Dan Up Kompol Galih Apria, S.I.K., M.Si.,M.I.K (Kasat Lantas Polresta Bogor Kota) yg dihadiri 450 orang.

Bacaan Lainnya

Kegiatan Apel tersebut pun dihadiri oleh Wakil Walikota Bogor, Kapolresta Bogor Kota, Dandenpom III/I Bogor, Ka Pengadilan kota Bogor, Kepala Kejari kota Bogor, Dansat B pelopor 1 Brimob, Para kasat Polresta Bogor, Kapolsek Kota Bogor, Pasiops Kodim 0606/KB , Kasatpol PP kota Bogor, Kadishub kota Bogor, Danramil Kota Bogor, Camat Kota Bogor , Lurah kota Bogor.

Adapun Peyampaian pimpinan apel sebagai berikut: 1. Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2024 sebagai komitmen nyata sinergisitas TNI-Polri dengan stakeholder terkait dalam rangka pengamanan mudik dan perayaan hari raya Idul Fitri 1445 H.

2. Dalam operasi ini, telah dipersiapkan 5.784 pos, yang terdiri dari 3.772 pos pengamanan, 1.532 pos pelayanan, dan 480 pos terpadu, dalam rangka pelayanan dan pengamanan utamanya pada jalur-jalur rawan seperti kemacetan, kecelakaan, kriminalitas, dan bencana alam, serta di pusat-pusat keramaian. Tentunya, pos-pos yang digelar harus mampu Pme memberikan pelayanan prima dan pengamanan optimal.

3. Aspek keamanan dari gangguan kamtibmas juga harus menjadi perhatian penting, baik pada rumah yang ditinggalkan, jalur mudik, maupun lokasi wisata dan pusat keramaian lainnya. Lakukan patroli bersama pada jam-jam rawan, siapkan layanan pelaporan rumah yang ditinggalkan dan penitipan kendaraan sehingga masyarakat dapat mudik dengan tenang. Selain itu, libatkan kelompok-kelompok organisasi masyarakat dan keagamaan dalam pengamanan Sholat led sebagai wujud toleransi dan keberagamanI ndonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *