WAKIL WALIKOTA BOGOR JENAL MUTAQIN DIDUGA MELAKUKAN TINDAKAN RASISME DAN PENCEMARAN NAMA BAIK PROFESI DISK JOCKEY (DJ) DI MEDIA SOSIAL. AKTIVIS KOTA BOGOR MOCHAMAD ALDI: KAMI AKAN TEMPUH JALUR HUKUM

LKABAR BOGOR (KPN) – Wakil Walikota Bogor, Jenal Mutaqin diduga telah melakukan tindakan Rasisme dan melakunan Pencemaran Nama baik kepada Profesi Disk Jockey (DJ) dimedia sosialnya dalam bentuk chat Komenan di Instagram jenalmutaqin_17 pada Minggu, 21 Desember 2025 Pukul 08.10 WIB. Minggu (21 Desember 2025).

berawal dari postingannya beliau tentang adanya pentas musik di Taman ekspresi yang mengundang salah satu Disk Jockey (DJ) pada Sabtu malam, 20 Desember 2025. beliau mengatakan dalam captionnya “Sejak kapan @disperumkimkotabogor mengijinkan Dj dan Dugem??, Tujuan utama adalah pembinaan para pengamen jalanan, dengan bermain musik alternatif dari kegiatan ngamen” dalam caption postingannya tsb.

Bacaan Lainnya

lalu wakil walikota yang biasa disapa kang JM menambahkan coment dipostingannya yang menjurus kepada tindakan Rasisme dan pencemaran nama baik dengan mengatakan “Saling Ingatkan sebelum azab datang dan Tunggu bencana datang” dalam isi chatnya.

hal itu membuat Polemik Pro dan Kontra dalam isi postingan tersebut sehingga menuai banyak pertanyaan dikalangan masyarakat, musisi, dan aktifis yang membuat tindakan yang dilakukan oleh oleh wakil Walikota Bogor ini tidak patut untuk diungkapkan.

Hal tersebut membuat Salah satu Aktifis Kota Bogor Mochamad Aldi yang berprofesi sebagai Aktifis, Pengusaha dan Disk Jockey (DJ) dibuat geram oleh tindakan yang dilakukan oleh Wakil Walikota Bogor dan sempat membuat kritikan dalam postingan Wakil Walikota tersebut.

Aldi yang juga sebagai Ketua Paguyuban Masyarakat Bogor Bersatu (PMBB) mengatakan , tidak sepantasnya bapak wakil walikota sebagai publik figur memframing seperti itu yang menganggap profesi kami sebagai DJ itu berdosa yang mendatangkan bencana dan Azab. bapak wakil walikota secara terang – terangan mengatakan isi di chat comentnya sangat jelas melukai kami para Musisi dibidang DJ, ditambah beliau membawa – bawa Korban Bencana sumatera dalam comentnya.

tidak semua DJ itu diframing negatif, kami hanya menyalurkan hoby kami, kami hadir untuk menghibur masyarakat, dan banyak dari teman – teman yang satu profesi kami sebagai DJ mencari nafkah dari profesi tersebut. adapun dari kami yang sedang bermain di ruang publik kamipun mengetahui batasan – batasan yang harus kami tempuh.

Aldi pun mempertanyakan, “apa masalahnya sampai bapak wakil walikota memframing ke publik seakan profesi DJ itu akan mendatangkan Bencana dan Azab, apakah profesi DJ sehina itu dimata seorang publik figur yang dikenal sebagai Wakil Walikota? apakah layak seorang pemimpin di Kota Bogor ini memframing DJ seperti itu?.”

Saya sudah berkordinasi dan berdiskusi dengan rekan – rekan di Komunitas Dj Kota Bogor kemungkinan Kasus ini akan kami tindak lanjuti, Saya pun sudah berkordinasi dan diskusi dengan Kuasa Hukum kami bahwa dalam kasus tersebut sudah masuk dalam ranah Pidana, maka saya dan rekan – rekan seprofesi dalam komunitas akan menempuh jalur Hukum dengan bukti – bukti yang sudah kami kumpulkan. tegasnya

Aldi pun menegaskan, “saya akan mengangkat kasus ini sampai tuntas, tidak sepatutnya seorang wakil walikota berasumsi dan memframing profesi DJ itu seolah – olah haram dan tidak baik dimata publik. kami yang memang berprofesi DJ selalu ingin berkarya dan memberikan kesan positif bahwa tidak semua DJ dikaitkan dengan dunia gelap, kami hanya berekspresi sama halnya seperti musisi yang lain dan ingin memberikan hiburan yang dapat diterima oleh masyarakat banyak.” Tutupnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *