KABAR DESA (KPN) – Puluhan warga Desa Pabangbon, Kecamatan Lewiliang, Kabupaten Bogor menggelar Audensi di Balai Desa setempat pada Rabu, (07/05/2025).
Mereka menduga kepala desa dan perangkatnya menggelapkan uang desa hingga ratusan juta rupiah.
Warga pun menuntut transparansi pemerintah Desa. Pasalnya, kinerja Kades dinilai tak maksimal. Ketahanan pangan dengan pagu anggaran yang bersumber dari Dana Desa.
Dana Desa program Ketahanan pangan adalah dana yang digunakan untuk mendukung program ketahanan pangan dan hewani di desa. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Tujuan program Ketahanan pangan Memastikan ketersediaan dan keberlanjutan produksi pangan, Membangun desa sebagai sentra produksi pangan unggulan, Meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Tapi anehnya hewan ternak program Ketahanan pangan dari Dana Desa yang ada di Desa Pabangbon, Kecamatan Lewiliang, Kabupaten Bogor diduga kuat raib dan kerbau program Ketapang pun disinyalir di jual oknum PKK Istri dari kepala desa.
”Saya selaku warga masyarakat menuntut adanya ketransparanan, Karena telah terjadi penemuan-penemuan dari masyarakat yang janggal seperti pembangunan, infrastruktur ketahanan pangan dan banyak lagi. Adapun salahsatunya pembelian dua ekor kerbau yang diurus RT dan RW sampai saat ini kabarnya dijual oleh perangkat desa,” Ucap Yudi
Lanjut Yudi mengatakan, “Bila memang seperti itu jelas itu adalah pelanggaran berat dan tindakan melawan hukum wajib di proses secara hukum yang berlaku, walaupun sang kepala desa sedang sakit struk, kan jelas disitu ada pendamping lokal desa ada tim monev kecamatan sebagai Kepengawasan kenapa tinggal diam, apa memang ada kolaborasi busuk dalam hal ini,” Tegasnya.
Sementara itu sekertaris desa Pabangbon Novi dihadiri pengurus RT dan RW saat melakukan audiensi mengatakan, dirinya meminta maaf atas kejadian tersebut karena adanya mis komunikasi antara kepengurusan RT RW di wilayah.
“Saya meminta maaf kalo ada kesalahan dari aparat pemerintah desa tidak memberikan informasi lebih lanjut kepada pengurus terkait penjualan kerbau, karena waktu rapat ditanggal 3 Pebruari kemarin saya tidak hadir karena sakit. memang kerbau tersebut sudah dijual sama istri pak kades,” Terangnya
Adapun Novi meminta kepada masyarakat untuk memberikan waktu satu hari untuk menyelesaikan masalah tersebut kepada masyarakat.
“Berikan saya waktu satu hari untuk konfirmasi kepada istri kades, kemarin ini katanya sudah ada uangnya, kalo gak salah dijual 28 juta. Dijual kemana dan berapanya saya juga gak tau mangkanya saya minta waktu 1 hari untuk konfirmasi,” Terang Novi saat menghadiri Audensi Dihalaman kantor desa.
Ditempat terpisah ketua LSM HARIMAU PAC Lewiliang Tomi Darmawan, Yang biasa disapa Agay ini pun sangat menyayangkan dengan perangkat desa, yang diungkapkan perihal anggaran hasil penjualan kerbau tidak dipublikasikan saat audensi.
“Sangat disayangkan bila oknum PKK benar menjual kerbau Ketahanan pangan dan disinyalir menjualnya, Jadi pihak PKK wajib dipanggil dan diselidiki lebih dalam bila terbukti wajib di tindak tegas sesuai hukum yang berlaku Dan kami meminta semua pihak dinas terkait dan pihak APH agar turun dan menelusuri perihal ini karena dalam hal ini bila terbukti benar maka jelas negara dan masyarakat sudah sangat dirugikan,” Terangnya
Selain itu, dirinya akan melimpahkan temuan ini ke tingkat DPC untuk menjadi kajian lebih lanjut.
“Perihal anggaran hasil penjualan kerbau oleh sekdes itu sebuah kelalaian dan akan dialokasikan ke ayam petelur. patut diduga, adanya unsur kesengajaan pengendapan anggaran dan kami akan melimpahkan temuan ini ke tingkat DPC untuk menjadi kajian lebih lanjut,” Cetusnya
“Saya selaku ketua LSM Harimau PAC Lewiliang, sangat menyayangkan dengan perangkat desa yang diungkapkan saat audensi adanya perihal anggaran hasil penjualan kerbau oleh sekdes itu sebuah kelalaian dan akan dialokasikan ke ayam petelur. patut diduga, adanya unsur kesengajaan pengendapan anggaran dan kami akan melimpahkan temuan ini ke tingkat DPC untuk menjadi kajian lebih lanjut,” Tutupnya
Sementara itu pihak-pihak terkait belum terkonfirmasi sampai ditayangkan pemberitaan
Reporter : Budi/Jaka






















