Program MBG Jadi Instrumen Strategis Membangun Generasi Indonesia Emas 2045

Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, dalam Kuliah Pakar Program Magister Hukum Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Selasa (9/6).

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfungsi sebagai program pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen strategis pembangunan bangsa (nation building) untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, dalam Kuliah Pakar Program Magister Hukum Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Selasa (9/6).

Dalam kuliah bertema “Penguatan Karakter Bangsa dalam Supremasi Hukum dan Strategi Pertahanan serta Penanganan Keadaan Darurat” tersebut, Hida menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi dan pertahanan, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki suatu negara. Karena itu, investasi pada pemenuhan gizi menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa.

Bacaan Lainnya

“Program MBG bukan sekadar program pemberian makanan, melainkan investasi jangka panjang negara untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Dari program ini kita ingin melahirkan generasi yang sehat, cerdas, disiplin, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Hida.

Menurut Hida, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan gizi yang baik sejak usia dini memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan fisik, kemampuan kognitif, prestasi pendidikan, hingga produktivitas seseorang di masa depan. Oleh karena itu, kebijakan pemenuhan gizi harus dipandang sebagai bagian penting dari strategi pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Hida menjelaskan bahwa Program MBG dirancang untuk menjangkau kelompok sasaran prioritas seperti peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Selain mendukung pencegahan stunting dan masalah gizi lainnya, program ini juga berkontribusi dalam meningkatkan konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, serta kualitas pendidikan generasi muda Indonesia.

“Ketika kebutuhan gizi terpenuhi dengan baik, maka anak-anak Indonesia memiliki kesempatan yang lebih besar untuk tumbuh optimal, berprestasi, dan menjadi sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global. Inilah fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hida menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari dampaknya terhadap penguatan karakter bangsa dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pelaksanaannya didukung sistem tata kelola yang mengedepankan akuntabilitas, keamanan pangan, kualitas gizi, serta pengawasan yang berkelanjutan.

Hida menambahkan, Program MBG juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat ketahanan nasional. Generasi yang sehat dan berkualitas akan menjadi modal utama bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari persaingan ekonomi, perkembangan teknologi, hingga ancaman non-tradisional yang dapat memengaruhi stabilitas nasional.

“Membangun bangsa yang kuat harus dimulai dari pembangunan manusianya. Melalui Program MBG, pemerintah sedang menyiapkan fondasi bagi lahirnya generasi unggul yang akan menjadi penggerak pembangunan, penjaga ketahanan nasional, dan penentu masa depan Indonesia,” tutup Hida.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *