Mahasiswa KKN Umri Sosilisasikan Pembuatan Pupuk Kompos dari Jerami Padi di Jorong Bandar Rait Nagari Baruah Gunung

LIMA PULUH KOTA (KPN) || Mahasiswa KKN Universitas Muhamamdiyah Riau (Umri) Pekanbaru memberikan pelatihan pembuatan pupuk kompos berbahan limbah jerami padi kepada masyarakat Jorong Bandar Rait Nagari Baruah Gunung Kecamatan Bukik Barisan, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Program ini diharapkan menjadi alternative untuk mengatasi permasalahan pupuk petani yang harganya mahal. Dengan memanfaatkan limbah jerami hasil panen padi yang pada umumnya masyarakat di Jorong Bandar Rait Nagari Baruah Gunung selalu membakar jerami padi hasil panen.

Bacaan Lainnya

“Sebenarnya membakar jerami padi menimbulkan banyak kerugian seperti asap yang dihasilkan dari pembakaran jerami akan mengakibatkan polusi atau pencemaran udara dan sekaligus merusak ozon pelindung bumi” kata ketua kelompok KKN Jorong Bandar Rait Universitas Muhammadiyah Riau, Tekad Agung Nugroho, Jumat (28/07).

Ia mengatakan, kelangkaan pupuk belakangan ini tidak hanya dirasakan petani di Jorong Bandar Rait, tetapi sebagian besar petani di wilayah Nagari Baruah Gunung. Pupuk memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman sehingga produksi bisa meningkat.

“Sejauh ini di Jorong Bandar Rait, terkait pemerataan pupuk yang didapat oleh masyarakat masih belum merata. Selain itu juga adanya limbah jerami dari hasil kegiatan panen padi yang sangat berpotensi untuk dimanfaatkan. Sehingga salah satu alternative untuk mengatasi kelangkaan pupuk di Jorong Bandar Rait yang bisa dilakukan saat ini adalah pembuatan pupuk kompos dari limbah jerami padi yang dihasilkan setelah panen padi di sawah masyarakat,” ujarnya.

Mahasiswa KKN UMRI memulai kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Masjid Infaqiyah Bandar Rait, Jumat 28 Juli  2023. Sosialisasi melibatkan kelompok tani dan juga masyarakat di Jorong Bandar Rait. Acara turut dihadiri oleh Kepala Jorong Bandar Rait, Bapak Delvia Busmulia Putra. Sosialisasi ini dimulai dari tahap pengenalan dan persiapan bahan yang dibutuhkan untuk proses pembuatan pupuk kompos.

Selanjutnya praktek pembuatan pupuk kompos dilakukan pada hari Rabu, 2 Agustus 2023 bersama anggota kelompok tani dan masyarakat Jorong Bandar Rait. Menurut masyarakat kegitaan ini memang dibutuhkan, pupuk saat ini memiliki harga yang tinggi sehingga kami sulit mendapatkanya.

”Dengan adaya sosialisasi ini juga dapat menolong para petani di Bandar Rait,”ujar salah satu peserta yang hadir.

Antusiasme para peserta juga terlihat dari banyaknya pertanyaan pertanyaan yang mereka lontarkan selama acara berlangsung. Sosiliasi ini diharapakan dapat membantu masyarakat dalam memanfaatkan limbah dari jerami hasil panen padi serta membantu mengurangi permasalahan pupuk.

https://umri.ac.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *