Usai Banjir Besar di Medan, Warga Gang Kenangan Link 17 Kampung Baru Ditinggalkan Tanpa Bantuan

MEDAN

Banjir besar yang melanda Kota Medan baru-baru ini meninggalkan luka mendalam bagi warga Jalan Brigjen Katamso, Gang Kenangan, Linkungan 17, Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun.

Bacaan Lainnya

Seluruh rumah penduduk di kawasan ini tenggelam, dan hingga kini, penderitaan belum juga usai.

Tujuh hari berlalu sejak banjir surut, 75 persen penduduk setempat yang menggantungkan hidupnya dari berdagang, seperti penjual batagor dan es buah yang biasa mangkal di sudut-sudut Kota Medan, harus terhenti total.

“Beberapa bulan ini suasana penjualan sudah sepi, ditambah lagi banjir menghancurkan dagangan dan tenpat tinggal kami. Kendaraan dan peralatan dagang kami tenggelam, semuanya rusak,” kata seorang warga dengan wajah penuh kesedihan.

Saat ini, warga hanya bisa membersihkan peralatan rumah tangga yang masih bisa diselamatkan sambil berharap uluran tangan dari para dermawan.

Namun, hingga kini, Kampung Baru, terutama Gang Kenangan, belum mendapatkan perhatian dari para relawan, donatur maupun Pemko Medan.

“Kami sempat sarankan untuk buka posko bantuan, tapi tidak ada yang bisa jaga karena lokasi gang ini jauh dari jalan besar. Mau bagaimana lagi, mungkin belum rezeki kampung kami,” keluh salah satu warga.

Gang Kenangan Linkungan 17 merupakan salah satu wilayah yang sering luput dari perhatian pemerintah. Kondisi infrastrukturnya memprihatinkan, dengan jalan yang tidak pernah tersentuh pembangunan.

“Jalan di sini rusak parah, jauh dari perhatian pemerintah. Kami hanya bisa pasrah,” tambah seorang warga.

Butuh Perhatian Segera

Banjir ini tidak hanya menyapu bersih barang-barang warga, tetapi juga mematikan mata pencaharian mereka.

Sebagian besar kendaraan yang menjadi alat utama untuk berdagang kini tak lagi bisa digunakan. Banyak warga mengaku kebingungan harus memulai dari mana untuk bangkit.

Warga berharap adanya bantuan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat umum.

“Kami berharap ada dermawan yang mau datang dan membantu kami. Gang kami memang jauh dari jalan utama, tapi kami juga warga Kota Medan yang butuh perhatian,” kata warga lainnya dengan nada lirih.

Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya perhatian pemerintah terhadap wilayah-wilayah yang selama ini terpinggirkan.

Bukan hanya bantuan darurat yang dibutuhkan, tetapi juga perbaikan infrastruktur dan langkah preventif untuk mencegah banjir kembali melanda.

Hingga saat ini, warga Gang Kenangan hanya bisa berharap dan berdoa, menanti uluran tangan yang dapat meringankan beban mereka di tengah situasi yang sangat sulit ini.(AVID)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *