Kegiatan Hari Sumpah Pemuda Di SMA 1 Menggala Dijadikan Ajang Pungli Kepada Siswa

LAMPUNG (KPN) – Kasus dugaan pungutan liar (pungli) berkedok pembelian hadiah dan lain-lain sekolah SMAN 1 Menggala mulai menjadi perbincangan hangat di Kabupaten Tulang Bawang

Kejadian tersebut mencuat setelah sejumlah siswa mengatakan kepada media (Team) Saat proses kegiatan acara sumpah pemuda

Bacaan Lainnya

mewajibkan siswa untuk sumbangan Rp. 10.000“ Saya keberatan dengan adanya biaya untuk sumbangan tersebut kata siswa Inisal R,

Selain dari inisial R ada juga orang tua siswa yang keberatan sumbangan tersebut mencapai puluhan juta kata orang tua siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan, Selasa(29/10/2024).

Menurut orang tua siswa kelas 7 SMAN 1 Menggala benar mas uang nyak gk seberapa untuk sumbangan tersebut 1 orang cuman bayar Rp 10.000 tapi Kalau yang sumbangan nya Rp. 10.000 Di Kali Kan Lebih Kurang 900 Siswa Lumayan Juga kan mas uang nya. Paparnya kepada media (Team)

pihak sekolah seakan memanfaatkan kesempatan dalam kegiatan sumpah pemuda hal itu dirasa sangat memberatkan para orang tua murid. Terlebih, tidak ada sosialisasi sebelumnya dan informasi untuk Sumbangan Tersebut.

orang tua serta wali murid merasa keberatan. Selain informasi dari sekolah yang tidak jelas, biaya sumbangan yang dipatok Rp10.000 (Sepuluh Ribu Rupiah)

Para orang tua murid meminta kepada Dinas Pendidikan provinsi Lampung Khusus, untuk turun ke lapangan melihat kebijakan yang dilakukan pihak sekolah yang sangat memberatkan para orang tua. Terlebih lagi, sekolah ini berstatus sebagai SMA 1 Menggala Negeri.

Menanggapi isu tersebut, ketua LSM GMPI Kabupaten Tulang bawang menyatakan bahwa pihak sekolah sebagai penyelenggara pendidikan tidak boleh melakukan pungutan dengan dalih apapun.

“Atas isu pungli tersebut kami akan menyerahakan sepenuh nya ke APH, Kasus dugaan pungli ini menggambarkan adanya masalah serius dalam sistem pendidikan di SMAN 1 Kabupaten Tulang Bawang selain itu juga Para orang tua berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan untuk memastikan tidak ada lagi pungutan liar yang membebani mereka.” Terangnya

Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat Khususnya Di Dunia pendidikan dan memastikan pendidikan yang adil dan merata bagi semua siswa.

Dalam konteks ini, transparansi dan komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua sangat diperlukan. Pihak sekolah harus memberikan informasi yang jelas dan rinci mengenai biaya yang dibutuhkan, serta memastikan bahwa semua kebijakan telah disosialisasikan dengan baik kepada seluruh orang tua murid.

Selain itu, pihak berwenang perlu melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap praktik-praktik semacam ini di sekolah-sekolah.

Hal ini untuk memastikan bahwa pendidikan yang diberikan benar-benar bebas dari pungutan liar dan tidak memberatkan orang tua murid. Hanya dengan demikian, kualitas pendidikan di Kabupaten Tulang Bawang dapat terjaga dan meningkat.Sampai berita ini di terbikan kepala sekolah SMAN 1 menggala tulang bawang belum bisa di konfirmasi.

Reporter : Robinsah

Editor : TBW

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *