KABAR DAERAH (KPN) – Pemerintah Kabupaten Paser menerima audiensi Tim Ekspedisi Patriot IPB University yang juga melibatkan akademisi dari Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bupati Kabupaten Paser pada 8 September 2025 ini menjadi langkah awal kolaborasi strategis antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi.
Ekspedisi Patriot merupakan salah satu program unggulan Kementerian Transmigrasi untuk memetakan potensi ekonomi di 154 Kawasan Transmigrasi di seluruh Indonesia.
Program Ekspedisi Patriot ini merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Transmigrasi sebagai upaya dalam melakukan reorientasi transmigrasi yang mengintegrasikan tiga unsur utama yaitu modal berupa lahan dan rumah, SDM yang terampil dan berpengetahuan, serta manajemen tata kelola, investasi, inovasi, teknologi, dan keberlanjutan. Upaya ini dilakukan guna menciptakan ekosistem ekonomi baru di kawasan transmigrasi.
Tim Ekspedisi Patriot melaksanakan audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Paser untuk membahas rencana kajian di kawasan transmigrasi. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Paser diwakili oleh Asisten Pemerintahan.
Audiensi ini menjadi forum penting untuk membicarakan tantangan pembangunan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga isu transmigrasi. Pemerintah Kabupaten Paser menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan Ekspedisi Patriot, dengan harapan penelitian yang dilakukan oleh tim dari ke tiga perguruan tinggi memperoleh hasil yang terbaik agar dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang tepat sasaran.
Pak Romif Erwinadi selaku Asisten Pemerintahan menyampaikan bahwa Kabupaten Paser sangat menerima dan mendukung program ini “Harapannya, hasil kajian yang akan dilakukan bisa berdampak nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi bahan penting dalam arah kerja pemerintah daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa mahasiswa diharapkan mampu memberikan solusi bagi pemerintah daerah. “Kajian yang dilakukan bisa membawa dampak positif bagi Kabupaten Paser, apalagi kondisi sosial saat ini masih menolak program transmigrasi. Pemerintah akan mendukung kajian tepat sasaran,” tambahnya.
Senada dengan itu, Pak Juhaeni sebagai kabid transmigrasi kabupaten paser menilai program ini sangat relevan. “Dengan adanya program Ekspedisi Patriot menurut kami sudah tepat. Harapan kami, dinas kesehatan dan Bappeda dapat mendukung penuh, khususnya dalam penyediaan data yang dibutuhkan, agar program berjalan sesuai sasaran,” ujarnya.
Selain itu, audiensi juga menyoroti potensi unggulan Paser seperti ecoprint, kelengkeng, dan kopi yang sedang dikembangkan di kawasan Batu Engau. Produk tersebut diharapkan mampu mendorong ekonomi desa serta memperkuat ekonomi kreatif masyarakat.
Dr. Doni Sahat Tua Manalu, SE., M.Si sebagai ketua dari kampus IPB University, menyampaikan apa maksud dan tujuan dari program Ekspedisi Patriot yang diselenggarakan oleh Kemneterian Transmigrasi RI, dimana kegiatan dilaksanakan sejak bulan Agustus hingga Desember 2025 ini, “khususnya di daerah transmigrasi Kerang, Kalimantan Timur ini akan ada 3 output yang menjadi capaian dari 3 kampus yang berbeda yaitu Tim 1 dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) akan melakukan pemetaan, kemudian Tim 2 dari IPB University akan melakukan penentuan komoditas unggulan, selanjutnya Tim 3 dari Universitas Indonesia akan melaksanakan pengembangan kelembagaan. Oleh karena itu, kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dan komitmen yang diberikan oleh pemda untuk membantu pelaksanaan dan keberhasilan riset ini” Ujar Doni.
Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah daerah, Pemkab Paser optimis kajian Ekspedisi Patriot dapat menjadi pijakan penting untuk kebijakan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi hangat dari anggota tim peneliti dengan pemda. (Team)






















