Kabarpubliknews.com
KABAR BOGOR – Proyek infrastruktur pengecoran jalan (betonisasi) di jalan Gg purnama RT 04, RW1 , Desa Sukamantri,Kecamatan Tamansari,Kabupaten Bogor, mengalami patah dan retak-retak di beberapa titik yang diduga pekerjaan dikerjakan tidak secara maksimal.
Padahal, proyek tersebut baru saja selesai dikerjakan dengan hitungan hari sudah mengalami patah dan retak. Sehingga menuai pertanyaan masyarakat.
Hasil pemantauan awak Media, terlihat hasil pekerjaan yang kurang maksimal itu, membuat sebagian masyarakat menganggap bahwa Pelaksana gagal menjalankan program satu desa satu milyar (SAMISADE) pada tahun 2023.
Menurut warga yang enggan disebutkan namanya, mengatakan kegiatan ini baru kemarin selesai dikerjakan, dan hasil pekerjaannya sudah ada yang retak-retak dan patah di beberapa titik.

Lebih lanjut, jelas Rohan, hasil yang diduga dikarenakan lemahnya sistem pengawasan dengan tidak adanya metode pekerjaan yang jelas, ditambah lagi tidak adanya quality control baik secara teknis di lapangan maupun pengujian mutu dari beton yang dipasangkan, sehingga menyebabkan kualitas pengerjaan proyek tidak memenuhi standar kualitas.
“Kami akan mendesak, agar pihak Dinas memeriksa pekerjaan tersebut. Selain mengalami patah dan retak di beberapa ruas jalan beton tersebut,” tegasnya.






















