Diduga Proyek Betonisasi Desa Sukamantri Tamansari Terkesan Asal Jadi

Kabarpubliknews.com

KABAR BOGOR – Proyek infrastruktur pengecoran jalan (betonisasi) di jalan Gg purnama RT 04, RW1 , Desa Sukamantri,Kecamatan Tamansari,Kabupaten Bogor, mengalami patah dan retak-retak di beberapa titik yang diduga pekerjaan dikerjakan tidak secara maksimal.

Bacaan Lainnya

Padahal, proyek tersebut baru saja selesai dikerjakan dengan hitungan hari sudah mengalami patah dan retak. Sehingga menuai pertanyaan masyarakat.

Hasil pemantauan awak Media, terlihat hasil pekerjaan yang kurang maksimal itu, membuat sebagian masyarakat menganggap bahwa Pelaksana gagal menjalankan program satu desa satu milyar (SAMISADE) pada tahun 2023.

Menurut warga yang enggan disebutkan namanya, mengatakan kegiatan ini baru kemarin selesai dikerjakan, dan hasil pekerjaannya sudah ada yang retak-retak dan patah di beberapa titik.

“Iya bang, dicor kemarin dan tadi pagi baru selesai. Jalan juga masih ditutup gak boleh dilewati motor atau mobil, kan udah ada surat pemberitahuan juga di depan gang yang dipasang pihak Desa,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi kepala desa Sukamantri ”Daweng” akrab panggilannya mengatakan melalui pesan whatsapp. ” Sebenernya kalo pecah rambut itu lumrah kalo dibeton, yang penting volume dan ketebalan tidak kurang.” Ucapnya
Dikatakan nya lagi, Bahwa proyek beton tersebut pakai batching plant beton ” K 250, karya beton”
Disinggung saat dipertanyakan mengenai surat jalan pengiriman betonya ia pun menjawab, “Adalah emang beli kacang, “dirinya pun melalui tutupnya pesan singkat mengatakan,”Next deh dilanjut lagi,”
“Proyek dengan item beton sudah terjadi keretakan, baru hitungan hari. Pekerjaan tersebut diduga gagal konstruksi, dikarenakan kondisi jalan padahal belum dilalui kendaraan roda (motor- red) dua ataupun roda empat (mobil- red),” ungkap Rohan (Aktivis Bogor Raya) kepada Media, Kamis  (09/11/2023).

Lebih lanjut, jelas Rohan, hasil yang diduga dikarenakan lemahnya sistem pengawasan dengan tidak adanya metode pekerjaan yang jelas, ditambah lagi tidak adanya quality control baik secara teknis di lapangan maupun pengujian mutu dari beton yang dipasangkan, sehingga menyebabkan kualitas pengerjaan proyek tidak memenuhi standar kualitas.

“Kami akan mendesak, agar pihak Dinas  memeriksa pekerjaan tersebut. Selain mengalami patah dan retak di beberapa ruas jalan beton tersebut,” tegasnya.

(TBW)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *