Pebayuran – Tanggul Saluran Kali Sekunder BKG.13 di Kampung Pintu, RT 01/01, Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, jebol akibat tidak mampu menahan derasnya aliran air menyusul curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut, Peristiwa tanggul jebol terjadi pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.
Panjang tanggul yang jebol diperkirakan mencapai 15 hingga 20 meter, menyebabkan air meluap dan menggenangi lahan pertanian warga, Akibat kejadian tersebut, lahan sawah seluas sekitar 200 hingga 300 hektare terendam banjir.
Genangan air mengganggu pertumbuhan tanaman padi yang baru ditanam dengan usia tanam sekitar 10 hingga 25 hari setelah tanam (HST).
Babinsa Koramil 11/Pebayuran bersama perangkat desa dan warga setempat langsung melakukan upaya penanganan darurat.
Warga bergotong royong memperbaiki tanggul sementara menggunakan peralatan seadanya guna mencegah meluasnya genangan air.
Selain itu, Koramil 11 Pebayuran juga berkoordinasi dengan petugas pengatur air untuk mengendalikan aliran di saluran sekunder agar debit air dapat terbagi merata ke setiap saluran, sehingga aliran air menjadi lebih stabil.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak empat personel Koramil 11/Pebayuran, enam orang perangkat desa, serta warga Kampung Pintu turut terlibat.
Peralatan yang digunakan antara lain cangkul, garpu, dan karung.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini.
Namun, kerugian materiil berupa rusaknya tanaman padi pada ratusan hektare lahan pertanian masih dalam pendataan lebih lanjut.
Saat di konfirmasi oleh awak media di tempat terpisah Danramil 11/Pebayuran, Kapten Arm Dikin, mengatakan jebolnya tanggul terjadi akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan debit air di saluran sekunder meningkat drastis.
“Curah hujan yang cukup tinggi membuat aliran air di Saluran Sekunder BKG.13 tidak tertahan, sehingga tanggul sepanjang sekitar 15 hingga 20 meter mengalami jebol,” ujar Kapten Dikin.
Kapten Dikin juga mengimbau warga, khususnya petani, untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memperparah kondisi genangan.” Ungkapnya Danramil
Hingga saat ini, petugas gabungan terus melakukan pemantauan kondisi tanggul dan aliran air, terutama mengantisipasi potensi hujan susulan yang dapat memperparah dampak banjir di wilayah tersebut.
(Pendim 0509 Kabupaten Bekasi)






















