Bekasi Pebayuran – Dalam upaya mencegah terjadinya banjir di wilayah Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Babinsa Koramil 11/Pebayuran, Sertu Amar, melakukan monitoring pintu air pesiut di Kampung Cibulus, Desa Karangpatri, Minggu (16/3/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan debit air tetap terkendali dan pintu air dioperasikan sesuai kebutuhan.
Dalam kegiatan ini, Babinsa bersama aparat desa berdiskusi dengan penjaga pintu air mengenai mekanisme buka-tutup yang harus menyesuaikan kondisi di lapangan, Hal ini dilakukan agar air tidak meluap dan menggenangi area persawahan yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga.
“Kami ingin memastikan bahwa pintu air ini dikelola dengan baik. Banjir bisa dicegah jika pengaturan air dilakukan sesuai jadwal dan situasi di lapangan,” ujar Sertu Amar.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kadus 01 Otong, Ketua RW 05 Atam, Ketua RT 002/05 Yadi, penjaga pintu air Darman, serta perwakilan petani setempat, Dadang.
Dadang petani di sekitar lokasi menyampaikan keluhan mereka terkait ancaman banjir yang dapat merusak tanaman padi. Menurut Dadang, jika debit air tidak dikontrol dengan baik, sawah mereka bisa tergenang dan menyebabkan gagal panen.
“Kami berharap ada perhatian lebih dalam pengaturan pintu air ini. Jika air terlalu banyak, sawah kami akan kebanjiran dan hasil panen bisa rusak,” ungkapnya Dadang
Menanggapi hal tersebut, Danramil 11/Pebayuran, Kapten Inf Sayute Pradodo, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan bersama aparat terkait guna memastikan pengelolaan air berjalan optimal.
“Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar pintu air ini dikelola dengan baik. Babinsa akan terus memantau kondisi di lapangan supaya para petani tidak mengalami kerugian akibat banjir,” tegas Kapten Inf Sayute Pradodo.
Dengan adanya pemantauan rutin seperti ini, diharapkan pengelolaan air di wilayah Pebayuran semakin baik, sehingga risiko banjir dapat diminimalkan dan ketahanan pangan petani tetap terjaga.
(Pendim 0509 Kabupaten Bekasi)






















