Pebayuran Bekasi, – Dalam rangka mengantisipasi dampak kekeringan pada lahan pertanian, Babinsa Koramil 11 Pebayuran Sertu Munawar dari Kodim 0509 Kabupaten Bekasi memberikan pendampingan pompanisasi di Kampung Teluk Haur, RT 01/03 Desa Karang Haur, Kecamatan Pebayuran, Sabtu, 26 Oktober 2024, Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan air pada lahan pertanian tetap terpenuhi, terutama di tengah cuaca yang cenderung kering seperti sekarang.
Mamat, salah seorang petani yang lahannya mendapat bantuan pompanisasi, mengaku sangat merasakan manfaat dari upaya tersebut. “Pompanisasi ini sangat membantu kami, terutama di musim kering. Sawah kami tetap teraliri air dan tanaman padi bisa tumbuh dengan baik,” ungkapnya.
Sertu Munawar menyampaikan bahwa pendampingan pompanisasi ini bertujuan untuk menjaga produktivitas lahan sawah di wilayah Desa Karang Haur agar tetap stabil meski menghadapi kekeringan. “Kami berharap dengan adanya pompanisasi ini, para petani tidak khawatir terhadap penurunan produksi akibat kurangnya pasokan air,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, hadir pula Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian Kecamatan Pebayuran, Endah Lestari, SP, yang memberikan penjelasan tentang pentingnya program pompanisasi. Menurut Endah, upaya pompanisasi selain untuk mengatasi kekeringan juga dapat membantu pengaturan air jika terjadi curah hujan yang berlebihan. “Pompanisasi berfungsi ganda, selain mengatasi kekeringan, juga bisa mengendalikan debit air sehingga lahan tetap aman,” jelasnya.
Danramil 11 Pebayuran, Kapten CKE Ibrohim, juga membenarkan pelaksanaan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa pendampingan pompanisasi merupakan salah satu bentuk perhatian TNI terhadap masyarakat, terutama para petani, agar produksi pertanian tetap terjaga. “Kegiatan ini adalah bentuk dukungan kami kepada para petani di Pebayuran. Diharapkan dapat menjaga ketahanan pangan wilayah,” ujar Kapten Ibrohim.
Dengan adanya pendampingan pompanisasi ini, diharapkan petani di wilayah Desa Karang Haur dan sekitarnya dapat mengatasi kendala kekurangan air, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga meski menghadapi ancaman kekeringan.






















