Pebayuran Bekasi – Dalam upaya mendukung peningkatan hasil panen dan menjaga ketahanan pangan, Babinsa Koramil 11/Pebayuran, Sertu Riki, bersama dengan aparatur Desa Sumber Reja dan para petani melaksanakan kegiatan kropyokan pembasmian hama tikus di Kampung Sarian, RT 08/RW 04, Desa Sumber Reja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (20/9/2024).
Kegiatan ini diikuti oleh H. Leman, Dusun 3 Desa Sumber Reja, Ketua RT 08 Rudy, Ketua RW 05 Somad, serta puluhan petani setempat. Kropyokan merupakan salah satu langkah konkret untuk membasmi hama tikus yang seringkali merugikan hasil pertanian di wilayah tersebut.
Babinsa Sertu Riki menekankan pentingnya gotong royong dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung kesejahteraan para petani. “Kehadiran kami di sini adalah untuk membantu para petani agar hasil panennya tidak terganggu oleh hama tikus. Dengan kerja sama antara TNI, aparatur desa, dan petani, kita bisa memastikan pertanian di wilayah ini tetap produktif,” ujar Sertu Riki.
Sementara itu, H. Leman, Dusun 3 Desa Sumber Reja, mengapresiasi inisiatif kropyokan ini. Ia menyebut kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi para petani yang selama ini mengalami kesulitan akibat serangan hama tikus. “Kegiatan ini diharapkan bisa mengurangi populasi tikus dan meningkatkan hasil panen. Kami sangat berterima kasih atas dukungan Babinsa dan aparat desa,” katanya.
Ketua RT 08 Rudy dan Ketua RW 05 Somad juga turut hadir memberikan dukungan moral kepada para petani yang terlibat dalam kropyokan ini. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin guna menjaga keberlangsungan pertanian di Desa Sumber Reja.
Kropyokan pembasmian hama tikus ini berjalan lancar, dengan hasil yang cukup memuaskan. Para petani berharap dengan adanya kropyokan ini, serangan hama tikus dapat ditekan sehingga hasil panen mendatang dapat meningkat.
Danramil 11/Pebayuran, Kapten CKE Ibrohim, turut memberikan penjelasan terkait pentingnya kegiatan kropyokan ini. Menurutnya, kolaborasi antara TNI, aparatur desa, dan petani merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas produksi pangan di wilayah Pebayuran.
“Kami dari pihak TNI, khususnya Koramil 11/Pebayuran, selalu siap mendukung kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama di sektor pertanian. Kropyokan seperti ini adalah bentuk nyata kepedulian kami terhadap petani. Hama tikus bisa menjadi ancaman serius bagi hasil pertanian, sehingga perlu penanganan terpadu,” jelas Kapten Ibrohim.
Ia juga berharap kegiatan kropyokan ini tidak hanya dilakukan secara insidental, tetapi bisa menjadi program rutin yang melibatkan semua pihak terkait, untuk memastikan hama tikus dapat dikendalikan dan tidak mengganggu proses pertanian di masa mendatang. “Dengan kerja sama yang baik seperti ini, kita bisa mengatasi segala tantangan yang dihadapi para petani,” pungkasnya Danramil






















