MEDAN
Plt Karutan Perempuan Medan, bersama dengan Kepala KPR, berinisiatif memanfaatkan lahan kosong seluas 4 x 50 meter di sekitar Rutan Perempuan Kelas II A Medan, Jumat (16/08).
Upaya ini melibatkan pemberdayaan warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan keterampilan di bidang pertanian dan pemanfaatan lahan.
Dalam kesempatan tersebut, Plt Karutan dan Kepala KPR menjelaskan bahwa pemilihan jagung ketan ungu sebagai tanaman di lahan ini didasari oleh kualitasnya yang unggul.
Jagung ketan ungu memiliki tekstur yang pulen dan manfaat kesehatan yang lebih banyak dibandingkan dengan jagung biasa.
Jagung ketan ungu, yang merupakan hasil persilangan jagung dari Indonesia Timur, memiliki ciri khas unik berupa ukuran yang lebih besar, rasa yang lebih manis, dan warna yang menarik.
Proses penanamannya serupa dengan jagung biasa, di mana benih mulai tumbuh pada usia 5-6 hari setelah tanam (HST).
Dengan kandungan antioksidan yang tinggi dan tekstur menyerupai ketan, jagung ungu ini sangat cocok dijadikan sebagai asupan makanan tambahan.
Tidak mengherankan jika harga jagung ketan ungu bisa mencapai tiga kali lipat dari jagung biasa.(AVID/r)






















