Oleh :
Dandim 0210/Taput
Letkol Inf Syaiful Rizal, S.Hub.Int.MHI
Ketika kita berbicara tentang “Penantian Panjang”, kita mengacu pada sesuatu yang menuntut kesabaran. Penantian mengajarkan kita untuk bersabar dan ikhlas menunggu, tanpa tahu kapan akhirnya akan tiba. Seperti halnya cinta, penantian yang lama tentu bisa menjemukan. Namun, hanya doa dan kuasa Sang Pencipta yang mampu mengubah penantian itu menjadi kenyataan.
Ungkapan ini sangat relevan dengan kehidupan warga Desa Hasinggaan, Kecamatan Sianjur Mulamula, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Di wilayah yang sebagian besar penduduknya bertani ini, Kodim 0210/Taput mewujudkan impian yang lama terpendam.
Sejak 24 Juli hingga 22 Agustus 2024, seratusan personel TNI-Polri bersama warga setempat bahu membahu membangun infrastruktur serta meningkatkan mental dan wawasan masyarakat yang mayoritas merupakan etnis Batak.
Melalui program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-121 Kodim 0210/Taput dengan tema “Dharma Bakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan Wilayah”, TNI, Polri, Pemda, dan masyarakat mengerjakan sasaran fisik dan non fisik selama 30 hari.
Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Satgas TMMD melaksanakan berbagai proyek fisik seperti pembukaan badan jalan sepanjang 2.300 meter dengan lebar 8 meter, pembangunan tiga gorong-gorong, pembuatan gorong-gorong plat Dwiker, dan pembangunan drainase sepanjang 60 meter.
Untuk sasaran non fisik, Satgas berkolaborasi dengan berbagai instansi mengadakan penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan, hukum, kesehatan, bahaya narkoba, KB, stunting, dan judi online.
Selain itu, Dansatgas juga melaksanakan program unggulan Kasad, termasuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Pardi Andreo Sinurat, pembangunan MCK, sumur bor, penanaman 10.000 batang pohon, dan penanganan stunting melalui 100 paket bantuan.
Dalam pelaksanaannya, TMMD melibatkan 124 personel TNI, 12 personel Polri, 14 personel Pemda, dan 10 warga masyarakat. Peralatan yang digunakan meliputi tiga unit ekskavator, satu unit breaker, satu unit buldoser, satu unit mobil Hilux, dan sepuluh unit sepeda motor.
TMMD adalah program terpadu antara TNI dan Pemerintah Daerah yang bertujuan mempercepat pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengembangkan infrastruktur, meningkatkan kualitas lingkungan, memberdayakan ekonomi masyarakat, serta meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan publik.
Kegiatan lintas sektoral TMMD merupakan upaya melestarikan warisan budaya gotong royong. TMMD dilaksanakan sesuai Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI Pasal 7 Ayat (1), yang mengatur tugas pokok TNI dalam menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, dan melindungi segenap bangsa Indonesia dari ancaman serta gangguan.
Melalui TMMD, kita mengatasi kesulitan masyarakat dan membantu Pemkab Samosir dalam mengakselerasi pembangunan dan mewujudkan ketahanan nasional. TMMD hadir bukan hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga untuk pertahanan dan mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Komando Atas.
Solidaritas dan sinergitas antara TNI, Polri, Pemda, dan masyarakat terjalin erat dalam kegiatan ini. TNI hadir tidak hanya untuk menjaga kedaulatan NKRI, tetapi juga untuk bergandengan tangan, saling bahu membahu mengatasi berbagai kesulitan dan keterbatasan masyarakat.
Semangat dan kontribusi nyata dari TNI, Polri, Pemda, dan masyarakat yang manunggal akan mewujudkan kemajuan daerah.(red)






















