PELALAWAN – Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, S.I.K didampingi Kasat Reskrim AKP Bayu Ramadhan Effendi dan Kasi Humas AKP Thomas Bernandes, memimpin konferensi pers kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan korban, Kamis 11 Juni 2026 pukul 16.00 WIB di Aula Teluk Meranti.
Perkara yang diungkap yakni tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kejadian terjadi Jumat 29 Mei 2026 pukul 16.00 WIB di Areal Perkebunan Kelapa Sawit RT.011 RW.005 Desa Pangkalan Panduk, Kec. Kerumutan, Kab. Pelalawan, sesuai LP/B/25/V/2026/SPKT/Polsek Kerumutan.
Identitas korban Julfan Setia Hulu (19), meninggal dunia dengan luka robek kepala belakang dan memar tangan kanan dan Jelvin Hulu (14) luka ringan leher.
Modus dan motif keempat tersangka yang berinsial BG (34), AS (36), K (30) dan insial S (36), berpura-pura minta tolong menarik motor mogok kepada korban. Saat korban lengah, B dan A memukul korban dengan kayu bulat hingga pingsan, lalu mengikat dengan lakban hitam dan membawa kabur 1 unit Honda Revo merah-hitam. Motif tidak punya uang ongkos pulang kampung.
Adapun kronologis penangkapan, tim yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP Bayu Ramadhan Effendi, S.T.K., S.I.K., M.H tracking pelaku hingga ke Kp Kalapacagak, Desa Teluklada, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Minggu 7 Juni 2026 pukul 18.30 WIB, B dan A diringkus bersama personel Polda Banten dan Polres Pandeglang. Pengembangan mengarah ke K di Bukit Kesuma, Pangkalan Kuras yang ditangkap 9 Juni pukul 22.15 WIB dan S dibekuk di Dusun Air Bilu, Keritang, Inhil pukul 23.00 WIB bersama barang bukti motor korban.
Barang bukti disita 1 unit Honda Revo merah-hitam tanpa nopol milik korban, 1 bilah kayu bulat alat pemukul, 1 gumpalan lakban hitam bekas ikatan korban. Motor curian berhasil diamankan dari Subandi di Inhil.
Pasal disangkakan: BG dan AS dijerat Pasal 479 ayat (3) KUHP ancaman 15 tahun penjara. K dan S dijerat Pasal 591 KUHP ancaman 4 tahun penjara karena peran penadah dan pembeli barang curian.
Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, S.I.K mengatakan bahwa kasus ini sangat sadis karena pelakunya tega menghabisi nyawa remaja yang berniat menolong.
“Kami tidak beri ruang bagi pelaku curas di Pelalawan. Tim mengejar sampai Banten dan Inhil, semua pelaku dan barang bukti berhasil diamankan. Untuk orang tua, saya imbau ajarkan anak agar berhati-hati saat ditolong orang tidak dikenal di jalan sepi,” imbaunya.
Polres Pelalawan komitmen menuntaskan proses hukum seterang-terangnya dan memberikan rasa aman untuk masyarakat. Dengan semangat Melindungi Tuah Menjaga Marwah, kami pastikan keadilan untuk korban.
(red)






















