Bekasi Pebayuran – Haru menyelimuti rumah sederhana milik Emak Tami, seorang lansia di Kedung Lotong RT 03/08, Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Rabu (2/7/2025). Setelah sekian lama hidup dalam keterbatasan, bantuan yang dinanti-nantikan akhirnya tiba.
Camat Pebayuran, Hasim Adnan Adha, S.Stp., M.Si., menunjukkan aksi cepat tanggap dengan langsung menindaklanjuti laporan warga.
“Syukur alhamdulillah, sejak kita tinjau langsung, kami segera usulkan ke Baznas agar bantuan bisa segera terealisasi,” ujarnya saat dikonfirmasi di lokasi.
Tak hanya pemerintah kecamatan, pendampingan juga dilakukan oleh unsur TNI dari Koramil 11/Pebayuran. Peltu Dadang, yang hadir mendampingi penyerahan bantuan, tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
“Saya benar-benar terenyuh melihat kondisi Emak Tani. Pendampingan ini bukan sekadar tugas, tapi panggilan nurani,” tutur Peltu Dadang dengan suara bergetar.
Perwakilan Baznas Kabupaten Bekasi, Randi Prasetya, mengungkapkan bahwa bantuan logistik dan kebutuhan dasar telah dikirim sejak 25 Juni 2025.
“Kami bergerak cepat setelah menerima permintaan dari Muspika Pebayuran. Semoga bantuan ini meringankan beban hidup Emak Tani,” ucapnya.
Apresiasi datang dari Ketua DPD Akpersi Jawa Barat, Ahmad Syarifudin, C.BJ., C.EJ., yang mengaku tersentuh atas gerak sigap Muspika Pebayuran.
“Langkah Camat, TNI, dan Baznas benar-benar membuktikan bahwa negara hadir untuk rakyat kecil. Saya pribadi merasa sangat haru,” ujarnya.
Dengan mata berkaca-kaca, Emak Tani mengucap syukur dan terima kasih.
“Saya tidak menyangka ada yang peduli. Terima kasih, nak… rumah saya dibantu, saya tidak sendiri lagi,” ucapnya lirih, meneteskan air mata.
Kisah ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat bisa menghadirkan harapan di tengah keterbatasan.
Untuk Emak Tami, hari ini bukan sekadar bantuan tapi bukti bahwa ia masih diperhatikan.






















