MEDAN
Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Sumatera Utara (USU) menegaskan komitmennya untuk menangani dugaan keterlibatan Rektor Prof. Muryanto Amin dalam politik praktis Pilgub Sumatera Utara 2024.
Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris MWA USU, Prof. dr. Guslihan Dasatjipta, Sp. A, di hadapan massa mahasiswa yang melakukan aksi protes di depan Gedung MWA.
“Kami memahami keresahan mahasiswa dan masyarakat terkait isu ini. MWA akan segera memanggil rektor untuk memberikan klarifikasi.
Namun, kami juga harus memastikan bahwa semua proses dilakukan secara profesional dan berdasarkan bukti-bukti konkret,” ujar Guslihan dalam pernyataannya.
Guslihan menekankan bahwa investigasi membutuhkan waktu, mengingat agenda yang sudah terjadwal sebelumnya.
“MWA tidak akan tinggal diam. Langkah-langkah yang diperlukan akan segera kami lakukan untuk menjaga integritas universitas,” tambahnya.
Pernyataan ini muncul di tengah tekanan kuat dari mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Cinta USU.
Dalam aksi yang berlangsung meski hujan deras mengguyur, mahasiswa membawa spanduk berisi tuntutan kepada MWA agar segera bertindak atas dugaan penyalahgunaan fasilitas kampus, termasuk rumah dinas, untuk kepentingan politik.
Koordinator aksi, Rozi, menegaskan bahwa MWA memiliki peran penting sebagai penjaga netralitas kampus.
“MWA adalah benteng terakhir integritas universitas. Jika dalam 2×24 jam tidak ada langkah tegas, kami akan kembali dengan aksi yang lebih besar,” ujar Rozi dalam orasinya.
Mahasiswa juga mendesak MWA segera memanggil rektor untuk memberikan penjelasan terkait dugaan penggunaan fasilitas kampus untuk pertemuan politik dan gladi debat Pilgub Sumatera Utara 2024.
“MWA harus membuktikan bahwa mereka tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar menjalankan fungsinya sebagai pengawas independen. Universitas ini bukan alat politik,” tegas salah satu mahasiswa.
Menanggapi tuntutan ini, Guslihan menyebut bahwa MWA akan bekerja berdasarkan bukti-bukti yang jelas.
“Kami membutuhkan bukti konkret untuk mendukung investigasi ini. Jika mahasiswa memiliki bukti tersebut, kami harap bisa segera disampaikan ke MWA,” jelasnya.
Ia juga meminta semua pihak bersabar dan memberikan ruang kepada MWA untuk menjalankan tugasnya.
“Kami menjamin akan ada tindak lanjut. Namun, kami juga harus memastikan proses ini berjalan sesuai aturan dan tidak tergesa-gesa,” pungkasnya.
Meski demikian, mahasiswa menyatakan kekecewaannya terhadap lambannya respons MWA. Mereka menegaskan bahwa gerakan ini murni untuk menjaga integritas universitas dan menuntut keadilan.
“Kami tidak akan berhenti sampai MWA menunjukkan langkah tegas. Jika MWA tidak segera bertindak, maka mereka sama saja membiarkan pelanggaran ini terus terjadi,” ujar Rozi.
Mahasiswa berjanji akan terus mengawal isu ini hingga kampus USU benar-benar terbebas dari pengaruh politik praktis. Mereka juga mengingatkan bahwa aksi ini adalah bentuk peringatan keras kepada MWA agar tidak mengabaikan suara mahasiswa dan masyarakat.(red)
Poto : istimewa






















