Pematangsiantar
Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar menyelenggarakan kegiatan ibadah Shalat Jumat dan Ibadah Rohani Kristiani pada Jumat, 1 November 2024, di Masjid dan Gereja yang berada di lingkungan lapas.
Kegiatan ibadah ini merupakan bentuk komitmen Lapas Narkotika Pematangsiantar dalam mendukung pembinaan keagamaan bagi seluruh warga binaan, sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Pelaksanaan ibadah Shalat Jumat diikuti oleh warga binaan beragama Islam yang berkumpul di Masjid Lapas.
Dalam khotbahnya, khatib menyampaikan pesan-pesan tentang pentingnya ketakwaan, kesabaran, dan introspeksi diri bagi para jamaah.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan lancar, dihadiri oleh sejumlah petugas lapas yang turut memantau jalannya ibadah.
Sementara itu, bagi warga binaan yang beragama Kristen, diselenggarakan Ibadah Rohani Kristiani di Gereja Lapas.
Ibadah dipimpin oleh pemuka agama yang mengajak para peserta untuk merenungkan pentingnya pertobatan, pengampunan, dan kedamaian hati dalam menghadapi tantangan hidup di dalam lapas.
Para warga binaan terlihat antusias mengikuti ibadah dan menunjukkan semangat dalam menjalani pembinaan rohani.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar Robinson Perangin angin menyampaikan bahwa kegiatan ibadah ini rutin dilaksanakan sebagai upaya untuk memberikan ketenangan batin dan mendukung proses pembinaan keagamaan warga binaan.
“Kami berharap, melalui pembinaan keagamaan ini, para warga binaan dapat mendekatkan diri kepada Tuhan, menumbuhkan rasa penyesalan atas perbuatan yang lalu, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan perubahan positif,” ujarnya.
Pembinaan keagamaan menjadi salah satu program utama di Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas spiritual warga binaan serta membentuk karakter yang lebih baik.
Dengan kegiatan rutin seperti ini, lapas berharap agar para warga binaan dapat memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna ke depannya.(AVID/rel)






















