Kabar Sukabumi || Kementerian Ketenagakerjaan kembali membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) dalam rangka mempersiapkan tenaga kerja yang berkompeten dan berdaya saing.
Balai Latihan Kerja (BLK), khususnya BLK Pusat yang berada di bawah naungan Kemnaker dan tersebar di beberapa Provinsi, telah memulai proses rekrutmen PBK dengan kejuruannya masing masing.
Pada saat ini pelatihan BLK, di gedung workshop kejuruan pengelolaan hasil pertanian FP4K sarbumusi. balai kerja komunitas yang tepatnya di desa bojonggaling kecamatan bantargadung sukabumi jawa barat.
Terpantau di lokasi, peserta peserta PBK, sekitar 16 orang satu kecamatan bantargadung, saat ini masih mengikuti pemateri dari tutornya terkait pengolahan kopi, situasi berjalan dengan tertib, pada saat di konfirmasi yang mengaku sebagai pihaknya dari keterwakilan kemnaker inisial asep menyampaikan. Selasa (25/07/2023).”
Tujuan pelatihan ini, mendorong agar kedepan bisa memiliki skill para peserta, oleh sebab itu, pelatihan kerja ini bertujuan agar para peserta yang ikut pelatihan mampu meningkatan kompetensi bidang usahanya, pasalnya khusus di kecamatan bantargadung di tahun 2023 sekarang ini pertama kali ada BPK bidang pertanian khusus pengolahan kopi.
Selanjutnya, tinggal bagaimana agar bisa menciptakan wira usaha- wira usaha bisa berkualitas maupun kapasitas, maka melaui angkatan kerja pertama yang di rekrut sekarang ini dari sejumlah peserta diatas harus memilik skil dalam menciptakan usaha mandirinya untuk dijual.
Nantinya mampu menciptakan secara maksimal kebutuhan di pasar jual, terutama tadi disebut dalam menjual kopi ke pasar kerja, pelatihan kompetensi juga guna menyasar bagi para angkatan kerja yang ingin berwira usaha secara mandiri, kedepan ini akan berkelanjutan sampai dengan perhatian pemerintah dalam penunjangan permodalan.
Berharap, semua peserta pelatihan ini bisa masuk kepada sistem, yang nantinya dapat perhatian pemerintah yaitu bantuan permodalan untuk buka usaha kecil mandiri (UKM).
Memgingat, Kopi Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga terbesar di dunia dari segi hasil produksi, kopi memiliki peranan penting bagi masyarakat di Indonesia umumnya, pasalnya Indonesia adalah salah satu negara produsen dan eksportir kopi paling besar di dunia, tentunya nanti kedepan peserta potensi ekonomi yang dimiliki datang dari sektor kopi tersebut.
Menjadikan kesempatan yang baik peserta pelatihan di gedung workshop tersebut diatas, tengah gencar mengembangkan dan menjadi metode pengelolaan kopi langkah-langkah yang kita lakukan adalah pendampingan saja dulu, untuk priorty proses pengolahan kopi, meskipun penyedia mesin bukan hanya untuk kopi saja pengolahan jahe pun dan pembuatan keripik dan lainnya sudah ada, tetapi sementara ini kita sasar dulu kepada pelatihan pengolahan kopi.
Pada prinsifnya, komitmen untuk menghasilkan kualitas terbaik, konsistensi alam memiliki kesempurnaan untuk mempengaruhi hasil setiap biji kopi yang ditawarkan, dengan tujuan untuk mendapatkan respon ekspresif dari konsumen berdasarkan kualitas biji kopi yang diolah,” cetusnya.
Menambahkan,” pelatihan ini dilaksanakan hanya dua minggu, mengikuti atau disesuaikan program dari kemnaker, bila pelatihan diprogramkan dalam satu tahun maka di butuhkan praktek pelatihan bisa kemungkinan lebih dari 6 minggu, lalu sekarang harus menciptakan wira usaha dalam 2 minggu, saya sendiri meyakini tidak akan bisa dicapai, terkecuali ada Follow Up misalnya perminggu sekali rutin.
Terakhir saya berharap, pelatihan ini agar didorong pula dengan pemdes-pemdes dalam pemberdayaan masyarakat atas bisa berkolaborasi, semua pasilitas yang ada di gedung workshop balai pelatihan kerja ini milik guna kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Reporter : Muhtar Bt






















