Wabah DB 2019 Meningkat Di Bali


Denpasar, Bali |  Kabar Publik News  | Maraknya kasus Demam Berdarah pada periode Januari – Juni 2019 di Kota Denpasar meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya (2018), sebelumnya pada tahun 2017 kasus demam berdarah sebanyak 928 kasus, dan turun pada tahun 2018 menjadi 113 kasus.

Priode Tahun 2019 sudah meningkat tajam padahal baru pertengahan tahun.
Dari data Dinas Kesehatan Kota Denpasar, pada periode Januari – Juni 2019 terjadi sebanyak 1.037 kasus.

“Dalam 6 bulan terakhir terjadi peningkatan jumlah kasus DBD dari 68 kasus pada periode Januari – Juni 2018 menjadi 1.037 kasus pada bulan Juni 2019,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Luh Putu Sri Armini Senin (22/7/2019).

Jumlah kasus DB tahun 2019 ini, terbanyak terjadi di Denpasar Selatan sebanyak 373 kasus, Denpasar Barat 360 kasus, Denpasar Utara 184 kasus dan Denpasar Timur 120 kasus.

Apabila dilihat dari angka kesakitan atau insidence rate (IR), maka angka kejadian tertinggi terjadi di Denpasar Barat dengan IR = 131,36 per 100 ribu penduduk, disusul Kecamatan Denpasar Selatan dengan IR = 122,14 per 100 ribu penduduk, kemudian Denpasar Utara dengan IR = 88,49 per 100 ribu, serta Denpasar Timur dengan IR = 74,93 per 100 ribu penduduk.

Sementara untuk 10 besar desa atau kelurahan dengan angka IR DBD paling tinggi pada Januari – Juni 2019, yakni Desa Sanur Kaja dengan IR = 286,38 per 100 ribu penduduk, Kelurahan Sanur dengan IR = 280,35 per 100 ribu penduduk, Desa Padangsambian Kaja dengan IR = 237,23 per 100 ribu penduduk, Desa Peguyangan Kaja dengan IR = 237,07 per 100 ribu penduduk, Desa Sanur Kauh dengan IR = 208,22 per 100 ribu penduduk, Kelurahan Renon dengan IR = 199,21 per 100 ribu penduduk, Desa Peguyangan Kangin dengan IR = 175,03 per 100 ribu penduduk, Desa Sidakarya dengan IR = 169,01 per 100 ribu penduduk, Kelurahan Penatih dengan IR = 162,20 per 100 ribu penduduk, serta Kelurahan Padangsambian dengan IR = 152,80 per 100 ribu penduduk.
Menurut Armini, peningkatan kasus DB tahun 2019 ini disebabkan oleh siklus 3 tahunan.

“Penangatan berkata penyakit ini sulit dikendalikan yakni masalah cuaca yang berpengaruh terhadap kenaikan, dan memang WHO mengatakan ada siklus tiga tahunan maupun lima tahunan,” katanya.

Walaupun demikian menurut Armini, jika dibandingkan dengan tiga tahun lalu yakni 2016 terjadi penurunan kasus.

Tahun 2016 hingga bulan Juni tercatat ada 1.500 kasus dan tahun 2019 turun menjadi 1.037 kasus.

Armini juga mengimbau masyarakat menjaga diri serta lingkungan agar tidak ada air tergenang yang memungkinkan berkembangnya nyamuk aedes aegpti berkembang.


“Sementara untuk desa yang masuk zona merah DBD itu akan kami evaluasi supaya lebih rajin turun untuk pengendalian lebih intens di lapangan. Untuk para Jumantik (Juru Pemantau Jentik) agar terus turun memberikan penyuluhan karena daerah kita heterogen, banyak penduduk keluar masuk Denpasar,” katanya.

Untuk jumlah Jumantik di Kota Denpasar sebanyak 431 orang dengan 43 koordinator.

Bertempat di Graha Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar, Senin (22/7/2019) juga dilaksanakan acara pembagian sembako Galungan kepada Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dan petugas fogging fokus.

Sembako ini diberikan kepada 428 petugas yang terdiri atas Jumantik se-Kota Denpasar sebanyak 431 orang, koordinator Jumantik 43 orang dan 8 orang petugas fogging fokus.
Pemberian sembako ini dilaksanakan dalam rangka Hari Raya Galungan dan sebagai apresiasi untuk petugas Jumantik maupun fogging fokus.

"Selain itu juga dirangkaikan dengan evaluasi menyeluruh kinerja kami dalam penanganan Demam Berdarah," kata Armini.
Dalam kesempatan tersebut, Armini mengatakan sampai saat ini Demam Berdarah masih jadi masalah kesehatan di Bali termasuk di Denpasar.

"Tugas kami adalah menurunkan angka kesakitan sesuai arahan pusat minimal dari 55 per 100 ribu penduduk menjadi 51 per 100 ribu penduduk," katanya.

ntuk di Denpasar sejak DB ditemukan pertama tahun 1968 di Surabaya terus mengalami peningkatan.
"Seolah-olah jadi penyakit biasa dan DB cenderung meningkat dan meluas karena terdapat di pemukiman masyarakat," katanya. (*)

Copyright © Kabarpubliknews. Designed by Dedduy Buntunk